461 KETUA PENGADILAN AGAMA BATULICIN IKUTI PUNCAK PESTA ADAT PANTAI PAGATAN.HTML

Arsip Berita

Ketua Pengadilan Agama Batulicin ikuti puncak pesta adat pantai Pagatan

Ketua Pengadilan Agama Batulicin ikuti puncak pesta adat pantai Pagatan

Minggu, 22 Mei 2022 menjadi puncak pelaksanaan pesta adat Mappanre Ritasi E yang digelar di pantai Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu. Mappanre Ritasi E adalah merupakan adat peninggalan nenek moyang dimana ritualnya terus dilestarikan secara turun temurun hingga sekarang.

pesta adat 1

Dalam event penghujung budaya maritim tersebut dihadiri oleh Bapak Bupati Tanah Bumbu beserta isteri, Sekda Kabupaten Tanah Bumbu beserta isteri, unsur forkopimda (diantaranya Ketua Pengadilan Agama Batulicin), Ketua MUI, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan dihadiri pula oleh staf ahli Gubernur mewakili bapak Gubernur Kalimantan Selatan dan selain itu pula seluruh unsur SKPD serta para Camat di wilayah Kabupaten Tanah Bumbu dan ratusan pengunjung baik dari dalam maupun dari luar daerah tidak ketinggalan  menjadi saksi moment akbar perhelatan rutin setiap tahun ini.

pesta adat 2

Pesta adat yang digawangi oleh Lembaga Ade Ogi Pagatan Kabupaten Tanah Bumbu yang bertindak sebagai panitia pelaksana ini adalah merupakan bentuk rasa syukur atas perolehan hasil melaut para nelayan Pagatan dengan harapan akan semakin melimpah rezeki masyarakat khususnya para nelayan untuk kedepannya dan sebagai puncak acara secara bersama-sama menaiki kapal-kapal nelayan yang sudah dihias sedemikian rupa yang membuat semakin menambah semarak pelaksanaan parade kapal-kapal hias di laut Pagatan.

Dalam puncaknya, di atas kapal di tengah laut pembacaan doapun dipanjatkan yang dipimpin oleh Lembaga Sandro Ade Ogi dan diamini oleh semua yang hadir di tengah laut yang disempurnakan dengan makan bersama di laut. Selanjutnya rangkaian acara ditutup dengan sama-sama mencicipi berbagai kuliner etnis (nusantara) yang telah disiapkan dipinggir pantai dengan sajian yang unik dan menarik sebagai perwujudan rasa syukur dan benar-benar menjadi pesta akbar karena tidak hanya dicicipi dan dinikmati oleh tamu undangan akan tetapi juga bisa dirasakan kenikmatannya oleh masyarakat umum. (Mr)